Contoh Format Surat Peringatan 1 (SP1)

Contoh surat peringatan SP1 – Dari sekian banyak permasalahan yang ada di area personalia adalah etika dan kedisiplinan dari karyawan, ada kalanya karyawan melakukan tindakan-tindakan yang menyalahi etika, indisipliner sampai bahkan pelanggaran-pelanggaran berat yang masuk ke ranah kriminal. Untuk tetap menjaga kinerja perusahaan tetap stabil maka untuk hal-hal tersebut perlu diantisipasi.

Salah satu bentuk antisipasi adalah dengan memberi teguran kepada pegawai atau karyawan yang melakukan kesalahan-kesalahan tersebut. Perlu diperhatikan adalah tata cara penyampaian teguran itu. Sebisa mungkin gunakan pendekatan persuasif terlebih dahulu, beri peringatan verbal misalnya. Namun ada kalanya situasi sudah sedemikian buruk sehingga perusahaan perlu mengambil tindakan kongkrit yang diharap bisa memperbaiki keadaan. Langkah itu adalah dengan menerbitkan surat peringatan atau surat teguran resmi kepada karyawan, dicetak dengan kertas kop perusahaan dan ditandatangan pejabat bersangkutan.

Seperti diketahui secara umum ada tiga level surat peringatan, biasa disebut dengan SP1, SP2 dan SP3. Ada banyak kebijakan yang digunakan di perusahaan-perusahaan sehingga formulasi terbitnya masing-masing tahap peringatan tidak ada bentuk bakunya. Namun sebagai gambaran akan kami bagikan salah satu contoh format surat teguran yang pertama ( SP1). SP1 biasa diberikan untuk pelanggaran yang baru pertama kali dilakukan oleh si karyawan, Ini adalah surat peringatan/teguran tahap awal. Berikut contoh penulisan format surat teguran / surat peringatan 1 (SP1).

Contoh Format Surat Peringatan Pertama (SP1)

——–KOP SURAT PERUSAHAAN——-

SURAT PERINGATAN I (SP1)
NO : ___/TN/HRD/IX/20XX

 

Surat peringatan ini dibuat oleh manajemen, dalam hal ini ditujukan kepada:

Nama     : ___________
Jabatan : ___________

Sehubungan dengan kesalahan/pelanggaran yang dibuat oleh Saudara, yaitu:
1. ………………………………..
2. ………………………………..
3. ………………………………..

Maka dengan ini manajemen memberikan surat peringatan pertama (SP1) kepada Saudara dengan ketentuan berikut:

  1. Surat peringatan ini berlaku selama 3 (tiga) bulan sejak tanggal diterbitkan.
  2. Jika dalam waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal penerbitan Saudara tidak melakukan tindakan (kesalahan/pelanggaran) yang menjadi dasar diterbitkannya surat peringatan ini, maka SP1 ini dinyatakan tidak lagi berlaku.
  3. Jika dalam waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal penerbitan Saudara kembali melakukan kesalahan/pelanggaran yang sama atau lainnya, maka akan diterbitkan surat peringatan kedua (SP 2).

Demikian Surat Peringatan ini dibuat untuk kebaikan bersama dan untuk dijadikan acuan dalam melakukan perbaikan Saudara. Surat Peringatan ini akan ditinjau kembali apabila dikemudian hari ditemukan kekeliruan dalam penerbitannya.

 

Jakarta, XX September 20XX

PT Tanpa Nama Indonesia

 

–ttd–

Agus Kurniawan

Manajer Personalia

Itulah salah satu contoh cara penulisan surat peringatan pertama, anda bisa memodifikasi kalimat sesuai dengan kebijakan, dasar peraturan acuan atau budaya di perusahaan anda. Semoga contoh format surat ini bisa bermanfaat.

Leave a Reply